SISTEM
TRANSPORTASI DIKAWASAN SIMPANG JL. A.YANI – JL. RADEN INTAN KOTA MALANG
ABDUL
HARIS M NUR TAIB – NIM 201210340311068
ARTIKEL
TUGAS MATA KULIAH SISTEM TRANSPORTASI
JURUSAN
TEKNIK SIPIL FT UMM : SEMESTER GANJIL 2013/2014
I.Pendahuluan
Sistem adalah suatu bentuk
keterkaitan dan keterikatan dalam suatu aktifitas antara suatu variabel /
komponen dengan variabel / komponen lainnya. Transportasi adalah kegiatan
perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat, dimana terdapat
unsure pergerakan (movement), yang secara fisik terjadi perpindahan tempat atas
obyek (meliputi barang atau manusia) beserta alat angkatnya dari suatu tempat
ke tempat lain.
Sistem transportasi adalah bentuk keterikatan dan
keterkaitan antara obyek yang dipindahkan (manusia atau barang), fasilitas
prasarana dan saran yang berinteraksi dalam suatu operasi yang tercakup dalam
suatu tatanan, baik secara alamiah maupun rekayasa.
Simpang adalah suatu area kritis pada suatu jalan
raya yang merupakan tempat titik konflik dan tempat kemacetan karena bertemunya
dua ruas jalan atau lebih. Karena merupakan tempat terjadinya konflik dan
kemacetan maka hampir semua simpang terutama di perkotaan membutuhkan
pengaturan guna menghindari dan meminimalisir terjadinya konflik dan beberapa
permasalahan yang mungkin timbul di daerah persimpangan ini.
Ada pun tujuan dari pengaturan simpang yaitu untuk mengurangi kecelakaan
(tabrakan bersudut 90º, tabrakan dari arah samping, tabrakan dari arah depan), untuk
menigkatkan kapasitas, meminimumkan tundaan.
II.
Kondisi Eksiting
v Posisi
: Simpang Jl. A.Yani – JL. Raden Intan
·
Panjang simpang jalan
adalah ± 40-45 meter
·
Lebar simpang jalan
adalah ± 7-8 meter
·
Lama lampu hijau 36
detik
·
Lama lampu merah 50
detik
v Kondisi
simpang jalan saat lampu merah dan lampu hijau ;
Ø Lampu
merah dan lampu hijau pertama ( total waktu 86 detik )
Sebanyak 15
motor, 13 mobil, 4 bis, dan 6 truck yang berhenti dan melintasi simpang jalan
ini.
Ø Lampu
merah dan lampu jihau kedua ( total waktu 86 detik )
Sebanyak 25
motor, 8 mobil, 3 bis, dan 2 truck yang berhenti dan melintasi simpang jalan
ini.
Ø Lampu
merah dan lampu hijau ketiga ( total waktu 86 detik )
Sebanyak 18
motor, 12 mobil, 0 bis, dan 4 truck yang berhenti dan melintasi simpang jalan
ini.
Ø Lampu
merah dan lampu hijau keempat ( total waktu
86 detik )
Sebanyak 33
motor, 11 mobil, 1 bis, dan 1 truck yang berhenti dan melintasi simpang jalan ini.
Ø Lampu
merah dan lampu hijau kelima ( total waktu 86 detik )
Sebanyak 14 motor, 7
mobil, 1 bis dan 0 truck yang berhenti dan melintasi melintasi simpang jalan
ini.
(kondisi jalan
saat lampu merah)
(kondisi jalan saat lampu hijau)
III.Pembahasan
Dari data hasil pemantauan yang saya lakukan di
simpang jl. A Yani- jl. Raden Intan, bahwa persimpangan jl. A Yani- jl. Raden
Intan merupakan salah satu persimpangan yang sangat mudah terjadi konflik atau
kemacetan maupun kecelakaan karena melihat kondisi persimpangan yang paling
sering di lewati kendaraan seperti kendaraan yang berasal dari arah jl.Raden
Intan menuju jl.A Yani atau pun dari arah sebaliknya. karena kebanyakan kendaraan
yang berasal dari arah jl.Raden Intan menuju jl. A Yani atau arah lainnya adalah
kendaraan yang kebanyakan keluar atau berasal dari terminal Arjosari seperti
angkot, bis, truck, ditambah kendaraan pribadi seperti motor, dan mobil
pribadi. Meskipun saya melihat sudah ada pengaturan simpang di daerah
persimpangan tersebut dengan adanya lampu lalu lintas.
Namun menurut saya ada sedikit permasalahan di
sekitaran persimpangan tersebut terutama di jl. Raden Intan itu biasanya ada
angkot yang sering berhenti atau parkir untuk menunggu atau mengambil penumpang
tanpa menghiraukan kondisi di persimpagan tersebut apakah sedang lampu merah
atau sedang lampu hijau. Maka sering kali hal tersebut mengkibatkan sedikit
kemacetan yang kebanyakan kemacetannya terjadi pada saat lampu lalu lintas
berwarna merah karena banyak kendaraan yang berhenti dan juga angkot-angkot
yang sengaja berhenti disitu untuk menunggu penumpang, maka di saat lampu hijau
kemacetannya terjadi karena kendaraan yang terperangkap oleh angkot-angkot yang
berhenti di daerah situ.
Maka saran saya untuk pengaturan simpang jl. A Yani
– jl. Raden Intan itu sebenarnya sudah bagus cuman yang menjadi sedikit kendala
yang harus di selesaikan yaitu pemerintah harus membuat peraturan yang melarang
angkot berhenti untuk menunggu atau mengambil penumpang di sekitaran daerah persimpangan tersebut karena hal tersebut
dapat menyebabkan kemacetan karena persimpangan merupakan suatu area kritis
tempat titik konflik dan tempat terjadinya kemacetan karena bertemunya 2 ruas
jalan atau lebih.
IV.Kesimpulan
Dari hasil survei yang saya lakukan
dan dari sedikit pengamatan saya di daerah persimpang jl. A Yani – jl. Raden
Intan saya dapat menyimpulkan bahwa parkir atau berhenti untuk waktu yang
lama di daerah persimpangan khusunya
simpang jl. A Yani – Raden Intan itu adalah suatu kesalahan dan sangat tidak
bagus karena simpang jalan merupakan area kritis atau tempat titik konflik dan
kemacetan karena merupakan pertemuan kendaraan-kendaraan dari 2 ruas jalan yang
berbeda atau lebih.
Maka menurut saya harus adanya suatu pengaturan untuk
daerah simpang jalan karena dengan adanya pengaturan simpang jalan dapat
menghindari atau meminimalisir terjadinya konflik dan beberapa permasalahan
yang timbul di daerah persimpangan juga mengurangi tingkat kecelakaan lalu
lintas yang terjadi di daerah persimpangan (seperti tabrakan bersudut 90º,
tabrakan dari arah samping, dan tabrakan dari arah depan), untuk menigkatkan
kapasitas, meminimumkan tundaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar