Jumat, 31 Januari 2014

SISTEM TRANSPORTASI DIKAWASAN SIMPANG JL. A.YANI – JL. RADEN INTAN KOTA MALANG

SISTEM TRANSPORTASI DIKAWASAN SIMPANG JL. A.YANI – JL. RADEN INTAN KOTA MALANG
ABDUL HARIS M NUR TAIB – NIM 201210340311068
ARTIKEL TUGAS MATA KULIAH SISTEM TRANSPORTASI
JURUSAN TEKNIK SIPIL FT UMM : SEMESTER GANJIL 2013/2014

I.Pendahuluan
            Sistem adalah suatu bentuk keterkaitan dan keterikatan dalam suatu aktifitas antara suatu variabel / komponen dengan variabel / komponen lainnya. Transportasi adalah kegiatan perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat, dimana terdapat unsure pergerakan (movement), yang secara fisik terjadi perpindahan tempat atas obyek (meliputi barang atau manusia) beserta alat angkatnya dari suatu tempat ke tempat lain.
Sistem transportasi adalah bentuk keterikatan dan keterkaitan antara obyek yang dipindahkan (manusia atau barang), fasilitas prasarana dan saran yang berinteraksi dalam suatu operasi yang tercakup dalam suatu tatanan, baik secara alamiah maupun rekayasa.
Simpang adalah suatu area kritis pada suatu jalan raya yang merupakan tempat titik konflik dan tempat kemacetan karena bertemunya dua ruas jalan atau lebih. Karena merupakan tempat terjadinya konflik dan kemacetan maka hampir semua simpang terutama di perkotaan membutuhkan pengaturan guna menghindari dan meminimalisir terjadinya konflik dan beberapa permasalahan yang mungkin timbul di daerah persimpangan ini.
Ada pun tujuan dari pengaturan simpang       yaitu untuk mengurangi kecelakaan (tabrakan bersudut 90º, tabrakan dari arah samping, tabrakan dari arah depan), untuk menigkatkan kapasitas, meminimumkan tundaan.

II. Kondisi Eksiting
v  Posisi : Simpang Jl. A.Yani – JL. Raden Intan
·         Panjang simpang jalan adalah ± 40-45 meter
·         Lebar simpang jalan adalah ± 7-8 meter
·         Lama lampu hijau 36 detik
·         Lama lampu merah 50 detik

v  Kondisi simpang jalan saat lampu merah dan lampu hijau ;
Ø  Lampu merah dan lampu hijau pertama ( total waktu 86 detik )
Sebanyak 15 motor, 13 mobil, 4 bis, dan 6 truck yang berhenti dan melintasi simpang jalan ini.
Ø  Lampu merah dan lampu jihau kedua ( total waktu 86 detik )
Sebanyak 25 motor, 8 mobil, 3 bis, dan 2 truck yang berhenti dan melintasi simpang jalan ini.
Ø  Lampu merah dan lampu hijau ketiga ( total waktu 86 detik )
Sebanyak 18 motor, 12 mobil, 0 bis, dan 4 truck yang berhenti dan melintasi simpang jalan ini.
Ø  Lampu merah dan lampu hijau keempat ( total waktu  86 detik )
Sebanyak 33 motor, 11 mobil, 1 bis, dan 1 truck yang berhenti dan  melintasi simpang jalan ini.
Ø  Lampu merah dan lampu hijau kelima ( total waktu 86 detik )
Sebanyak 14 motor, 7 mobil, 1 bis dan 0 truck yang berhenti dan melintasi melintasi simpang jalan ini.

    Description: Singosari-20130929-00128.jpg                      Description: Singosari-20130929-00130.jpg       
       (kondisi jalan saat lampu merah)                      (kondisi jalan saat lampu hijau)


III.Pembahasan
Dari data hasil pemantauan yang saya lakukan di simpang jl. A Yani- jl. Raden Intan, bahwa persimpangan jl. A Yani- jl. Raden Intan merupakan salah satu persimpangan yang sangat mudah terjadi konflik atau kemacetan maupun kecelakaan karena melihat kondisi persimpangan yang paling sering di lewati kendaraan seperti kendaraan yang berasal dari arah jl.Raden Intan menuju jl.A Yani atau pun dari arah sebaliknya. karena kebanyakan kendaraan yang berasal dari arah jl.Raden Intan menuju jl. A Yani atau arah lainnya adalah kendaraan yang kebanyakan keluar atau berasal dari terminal Arjosari seperti angkot, bis, truck, ditambah kendaraan pribadi seperti motor, dan mobil pribadi. Meskipun saya melihat sudah ada pengaturan simpang di daerah persimpangan tersebut dengan adanya lampu lalu lintas.
Namun menurut saya ada sedikit permasalahan di sekitaran persimpangan tersebut terutama di jl. Raden Intan itu biasanya ada angkot yang sering berhenti atau parkir untuk menunggu atau mengambil penumpang tanpa menghiraukan kondisi di persimpagan tersebut apakah sedang lampu merah atau sedang lampu hijau. Maka sering kali hal tersebut mengkibatkan sedikit kemacetan yang kebanyakan kemacetannya terjadi pada saat lampu lalu lintas berwarna merah karena banyak kendaraan yang berhenti dan juga angkot-angkot yang sengaja berhenti disitu untuk menunggu penumpang, maka di saat lampu hijau kemacetannya terjadi karena kendaraan yang terperangkap oleh angkot-angkot yang berhenti di daerah situ.

Maka saran saya untuk pengaturan simpang jl. A Yani – jl. Raden Intan itu sebenarnya sudah bagus cuman yang menjadi sedikit kendala yang harus di selesaikan yaitu pemerintah harus membuat peraturan yang melarang angkot berhenti untuk menunggu atau mengambil penumpang di sekitaran daerah  persimpangan tersebut karena hal tersebut dapat menyebabkan kemacetan karena persimpangan merupakan suatu area kritis tempat titik konflik dan tempat terjadinya kemacetan karena bertemunya 2 ruas jalan atau lebih.

IV.Kesimpulan
            Dari hasil survei yang saya lakukan dan dari sedikit pengamatan saya di daerah persimpang jl. A Yani – jl. Raden Intan saya dapat menyimpulkan bahwa parkir atau berhenti untuk waktu yang lama  di daerah persimpangan khusunya simpang jl. A Yani – Raden Intan itu adalah suatu kesalahan dan sangat tidak bagus karena simpang jalan merupakan area kritis atau tempat titik konflik dan kemacetan karena merupakan pertemuan kendaraan-kendaraan dari 2 ruas jalan yang berbeda atau lebih.
Maka menurut saya harus adanya suatu pengaturan untuk daerah simpang jalan karena dengan adanya pengaturan simpang jalan dapat menghindari atau meminimalisir terjadinya konflik dan beberapa permasalahan yang timbul di daerah persimpangan juga mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di daerah persimpangan (seperti tabrakan bersudut 90º, tabrakan dari arah samping, dan tabrakan dari arah depan), untuk menigkatkan kapasitas, meminimumkan tundaan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar